---------- Facebook ------------- deviantART----------

Minggu, 24 Maret 2013

My Idol in Music

Padahal pagi tadi rencananya mau liat K-On!! sampe tamat. Tapi tiba-tiba kepikiran buat browsing profilenya si D.O. Dan pada akhirnya nemu fotonya hyun Kyungsoo yang kawaii..

Dan akhirnya terbesit keinginan membuat redraw...

Buka SAI untuk line art
Buka Photoshop buat coloring vectornya
sampe2 200 lebih vektor shape 
O_O

D.O 디오
Do Kyung Soo 도경수
Lahir di Goyang, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan
12 Januari 1993
Golongan darah A
Suka masak dan suka kebersihan
Bisa nyanyi dan beatbox
Main vocalist di EXO-K
O_O

Kamis, 21 Maret 2013

The Photographer

Hmm... kira-kira kapan ya aku punya kamera DSLR...??
Nabung? tapi sampai kapan ngumpulnya?
Minta dibelikan ortu? Nggak enak soalnya udah dibeliin Camcorder...

Hmm.. nggak enak terus-terusan pinjem kamera temen...
BTW makasih yang yang sudah meminjamkan aku kamera...

Ingin suatu hari nanti aku bisa bawa kamera DSLR ku sendiri dan mengambil foto dimana pun kapan pun.

Tau kenapa aku jadi ingin sekali kamera DSLR ku sendiri? Soalnya, sering banget novel yang aku beli secara tidak sengaja memang bercerita tentang fotografer. Rasanya tokoh tersebut adalah aku. Mengabadikan cerita dan menemukan sisi lain dari pandangan orang lain, bisa didapatkan melalui jepretan kamera.

Semoga aku kelak juga dapat bahagia dengan pekerjaanku seperti tokoh-tokoh dalam novel yang aku baca.

Sabtu, 16 Maret 2013

Dear Alice






If I'm not your prince in your dream, I will be the rabbit who show you around Wonderland


-The Rabbit of Wonderland-

Sabtu, 09 Maret 2013

Nyoba Vektor Fotoku

Sebenarnya aku ndak tau cara membuat vektor muka kayak ini. Tapi aku coba-coba dengan cara aku filter dulu fotoku. Filternya pake filter cutout. Lalu mulai deh memakai keahlian vektorku yang masih biasa-biasa. Dan sentuhan terakhirnya aku acak-acak warnanya pake hue/saturation. Dan sebenarnya ini maunya sampe badannya tapi kok aku lihat udah cukuplah. Jadi ndak aku terusin deh, cuma sampe leher aja. Maaf hasilnya masih berantakan... Hehe ^-^

Sabtu, 02 Maret 2013

Kelomang

Kelomang itu pemalu
Tidak mudah berinteraksi dengan yang lain
Terlalu malu untuk mengungkapkan
Terlalu ragu untuk menampilkan diri

Kelomang itu memiliki sejuta rahasia
Tidak mudah percaya
Tertutup
Memendam apa yang di dalam dirinya

Kelomang itu tidak jauh dari rumahnya
Jarang keluar
Senang dengan tempat yang sudah nyaman baginya
Dan sulit keluar dari kenyamanan itu

Kelomang itu kecil
Kecil untuk tidak diperhatikan
Bersembunyi dalam lingkungannya
Memilih untuk di balik layar

Kelomang itu pasif
Selalu menunggu kesempatan
Mengurung diri
Tapi menyimpan banyak potensi

Kelomang itu cepat
Cepat melangkah
Gesit dalam geraknya
Berusaha menghindari ketidaknyamanan



Kelomang itu aku

Waiting is Nothing

Menunggu menurut orang sangat membosankan. Menunggu hanya terdiam menanti suatu kepastian. Terlalu sering aku menunggu. Dan sudah lama aku terbiasa untuk menunggu.

Terlalu malas untuk memaksa. Tidak berani mengungkapkan kejenuhan. Hingga suatu saat sesuatu dan seseorang menyadarkan ku. Ada hal yang lebih baik selain bersabar dalam kejenuhan menunggu.

Suatu cerita di hari Minggu. Seperti biasa aku menyabarkan diri untuk menunggu. Di saat itu aku dengan beberapa kawan memesan takoyaki di suatu festival budaya. Ramai sekali orang yang mengantre. Berdiri di depan penggorengan dengan seorang kawan. Panasnya penggorengan dan lelahnya kakinya berdiri mungkin tak membuatnya nyaman, hingga dia pun menegur si penjual agar segera menyelesaikan pesanan untuknya.

Dia juga bertanya padaku sudahkah aku mengingatkan si penjual untuk menyelesaikan pesananku. Sampai akhirnya semua kawanku yang memesan sudah mendapatkan milik mereka, aku tetap setia menanti si penjual menyelesaikan pesananku. Mereka berkali-kali memperingatkan ku untuk lebih cepat. Tapi aku tetap saja menjawab "Sebentar masih antre" atau "Sebentar masih dibungkus." Hingga aku melewatkan acara foto-foto karena aku yang tak berhenti menunggu. Tapi selesailah penantian ku terhadap lima buah takoyaki isi crabstick itu.

Tapi cerita klimaksnya bukan itu. Cerita yang benar-benar membuatku sadar adalah saat aku mendapatkan permintaan dari seorang kawanku. Dia meminta ku untuk mencetakkan sertifikat di suatu percetakan. Seperti biasa aku tidak bisa menolak, karena itu juga tugasku sebagai anggotanya.

Ceritaku menunggu dimulai. Setelah menyerahkan data sertifikat lomba dari kawanku ke salah satu karyawan percetakan. Aku menunggu di sebelah karyawan tadi. Berdiri sambil memperhatikan sekitar. Karyawan tadi membuka manga online dan karyawan lain melihat music video sebuah lagu. Lama. Satu jam aku menunggu untuk empat lembar sertifikat ukuran A5. Aku pikir itu karena antre.

Dan akhirnya aku bertanya ke karyawan itu. Tapi dia ternyata juga tidak tahu dari tadi aku menunggu lama. Dan setelah diperiksa, ada masalah dalam pengiriman data ke komputer pencetak. Dia mencoba lagi mengirim tetapi tidak ada hasil. Sampai akhirnya pintu percetakan hampir tertutup dan seorang karyawan lain mengabarkan kepada seluruh penunggu yang ada bahwa alat pengirim ke komputer pencetak rusak dan tidak dapat melayani hari itu juga.

Jadi dari tadi aku hanya menunggu sesuatu yang tidak ada hasil sama sekali. Aku pulang tidak membawa apa-apa. Satu jam lebih menunggu dan tidak mendapatkan apa-apa.